Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Episode 1 di game The Police

saksikan Petualagan di game Police,Coming soon                        

Petualangan­čî┐By: Elman raiyan firdaus.

Police game.
Menangkap pencuri.


Saat Ghazi berhasil mengkalahkan musuhnya di game Zombs royale ( episode sebelumnya) dia membantu temannya berdiri, saat temanya berdiri semua tiba-tiba muncul portal, sang portal berkata " masuklah" kata Portal, Ghazi berkata pada temannya, " waktunya masuk ,kita berpisah", " tidak, kita tidak akan berpisah aku ikut masuk dalam Portal itu" kata Die mebantah, " yaa kami ikut membantu kalian" sambung Muzakkir, " yaa mereka ikut saja masuk ke Portal" kata Ali membela temannya, " tapi Die, mestinya namamu bukan Die kan" kata Ghazi ingin tahu, " yaa, namaku Ahmed, nama asliku" jawab Die memperkenalkan, " yaa sudah kuy masuk" kata Ali yang sudah diambang Portal, " mari lah kita masuk" jawab Ghazi. Maka mereka pun melompat dan masuk ke Portal, saat ditengah portal Ghazi berkata, " maaf kalau tadi aku belum sempat memberi tahu. Jadi kita ini sedang masuk ke dalam Portal game" kata Ghazi memberi tahu, " yaah, aku suka game" jawab Ahmed, " hei kita sudah sampai" kata Ali, " aku juga mau kasih tau kalau kita ini punya misi, kalian mau membantu?" kata Ali, " tentu saja kita kan teman" kata Muzakkir, " apa misi kalian?" tanya Ahmed, " mencari temanku yang hilang. Jadi saat itu aku aku mengikuti jejak temanku, makanya aku bisa sampai sini" jawab Ali, " nah ini dia gerbang gamenya" kata Ghazi, " yaudah kita masuk aja" kata Ahmed, " Heee~ itu kan game Favorit ku namanya the Police" kata Muzakkir, " gimana cara mainnya?" tanya Ali langsung, " masuk saja lah dulu" jawab Muzakkir, " ehh mana Ghazi?" tanya Ahmed, " HEI CEPAT SEDIKIT LAH" teriak Ghazi, " itu sudah di dalam" kata Muzakkir dengan nyengir. Maka mereka pun bersama masuk ke dalam gerbang, " aku datang the Police" kata Muzakkir, " nih gamenya" kata Ghazi saat temannya sudah datang, " masuklah kedalam" kata Ghazi, " nahh cara mainnya itu kita tinggal mencari Pencuri atau Penculik, dan disini ada yang bisa menjadi Dectective" kata Muzakkir, " tapi...... Siapa yang mau jadi Dectective?" tanya Muzakkir, " aku saja" jawab Ghazi tanpa disangka-sangka, " tapi memang masih berteam yah?" tanya Ghazi, " memang Dectective bisa membantu mencari jejak" jawab Muzakkir, " dan juga harus ada orang yang pencuri atau penculik" kata Muzakkir, " kan yang  jadi jahatnya team lain kan?" tanya Ali, " yeah memang" jawab Muzakkir, " ahh lama sekali, sepertinya kita sudah ngobrol 1 hari" kata Ahmed, " hehehehehe..." tawa Ghazi.


Mereka pun masuk dan sudah menentukan siapa yang menjadi polisi maupun Dectective, " Hah aku jadi Dectective" kata Ghazi dengan gembira, " aku jadi Police" kata teman Ghazi, " yuk kita cari pencuri" kata Ahmed. Diwaktu yang bersamaan, Ghazi melihat orang menyelinap masuk ke bank, " heii ssssttt.... jangan berisik aku tadi melihat pencuri masuk ke bank" kata Ghazi dengan berbisik, " kau maju lah" kata Muzakkir, " kamu harus punya bukti dulu baru boleh bilang seperti itu" kata Muzakkir, " aku akan menyamar jadi pencuri" kata Ghazi, " bisa...... namun saat kau tertangkap kamu harus punya identitas mu" kata Muzakkir, " aku punya kok" jawab Ghazi, " pergi lah menyamar" kata Ahmed "kami akan menerjangnya saat kau berhasil masuk kebank" kata Ali, " baiklah aku akan membawa camera agar aku punya bukti benar" kata Ghazi. Ghazi pun masuk kedalam dan menyelinap masuk sambil menaruh camera kesetiap sudut, " aku harus menerjangnya" kata Ghazi dalam hati, " nahhh dia datang aku bisa mendengar suaranya" kata Ghazi dalam hati lagi, " sembunyi dimana yahhh mmmm, Ahaaa.... di ventilasi" kata Ghazi berbisik, " ayo pak kita kabur!, kita sudah mendapatkan Emas dan mengikat mereka" kata pak Jake, " hah bukannya mereka yang pernah kutemukan tadi" kata Ghazi, " boss kita jadi kaya lah nih" kata pak Zick. " dasar ada kamera melihat dan merekam kita " kata Jake, " apa- bosss ad- ada kamera" jawab Zick, " waduh gawat kamera ku dirusakkan" kata Ghazi berbisik, " mana kapak kau zick" kata Jake dengan mata berkilat-kilat karena marah. 


" nih " jawab Zick sambil mengeluarkan kapak mainan, " mana sini" kata Jake sambil menerima kapak mainan itu, " pukul terus ampe rusak" kata Zick, " kau ini anehh zick-- bagaimana bisa kita pake kapak mainan" jawab Jake, " ohh ya nih pake tomat aja" kata Zick dengan gembira tampang nya mirip monyet, " dasar Zick pake tomat lagi" kata Jake lagi, " pakee---- apa yahh mmmm nah aku ingat pa~~~~~ balon kapak" kata Zick sambil mengeluarkan Kapak balon itu, meletus lah balon , " woi polisi datang" kata Jake, " apaaaaaa polisi datang" jawab Zick dengan tercengang, krieet~ " hei kalian apa yang kalian perbuat disitu" kata Ahmed, " tidak ada aa-apa kok" kata orang yang satu lagi yang tiba-tiba muncul dari dinding sambil merokok, Kriet " nah kalian akan ditangkap aku punya bukti tertentu tentang kalian" kata Ghazi sambil mencoba naik keatas, " hah kau yang anak pernah kutemui itu" kata Jake, zick mengepalkan tanganya ke kepala Ghazi, namun ghazi lebih cepat gerakan nya dia menghalang lalu menonjok balik tangan nya kearah kepala Zick, " aduhhh" zick terlempar agak keatas lalu terbanting ke dinding, dan memantul dengan terbaring kelantai, " kuat juga kau anak kecil" kata Pak jake sambil mengeluarkan sesuatu, Ghazi keluar sambil melompat dan dia menerkam pak Jake dengan marah, karena Ghazi tau kalau Jake akan mengeluarkan pistol, pistol yang baru dikeluarkan nya itu terpental ke arah Zick, " nah bagaimana dengan pistol anda lebih baik ku tonjok atau lebih baik kepenjara" kata Ghazi, " tak akan kupilih" kata Jake, seketika itu juga Ghazi mengepalkan tangan nya kearah dagu pak Jake, pak Jake meronta-ronta saat Ghazi memegang bahunya, " lepaskan- lepaskan aku" kata Jake dengan nada tercekik, "augh" pak Jake sangat kesakitan, dia terlempar keatas dan terbanting ke arah polisi berada, " hah kalah juga kalian" kata polisi lain yang berbadan jangkung, tegap dan bermata biru, " dia adalah pencuri yang sangat licik serta sangat ahli" kata pak polisi yang bernama zakir, " kita tangkap mereka" kata Muzakkir dan Ali, semua polisi melihat orang pencuri yang ahli itu tertangkap oleh anak-anak remaja, di seret pak Jake, pak Jake meronta-ronta lagi karena tahu akan dimasukkan kedalam penjara.

" boss-- boss- boss" kata Zick yang tercengang melihat bossnya diseret-seret, " kau kalah juga Zick" kata Ghazi yang langsung memegang tangan Zick, "akan ku seret kau sampai kepenjara" kata Ghazi dengan mata tajam serta suara mistis, " ampunkan saya pak" kata Zick saat mulai diseret oleh Ghazi, " kita lempar saja langsung, itu kan sebagai hukuman mencuri" kata Muzakkir, " jangan lempar aku" kata pak Jake saat mendengar perkataan Muzakkir, " tidak bisa pak tua" kata Ahmed dan Ali serempak, maka dilemparkan lah pak Jake kedalam penjara, bugh, pintu penjara dikunci dan CCTV dinyalakan, serta penjaga penjara disuruh kembali ketempat semula " kita harus bisa kabur dari penjara Zick" kata Jake berbisik ke telinganya, " betul, sebetulnya aku sudah punya kapak yang asli" kata Zick dengan suara yang amat benci.


Posting Komentar untuk "Episode 1 di game The Police"