Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Muhammad Al-Fatih ( Sultan Mehmet II) Part I

 Sultan Mehmet II, apakah kalian tahu? beliau sang penakluk Constantinople, mau tahu cerita yang lengkapnya? let's get start.


Mehmet II adalah anak dari Murad II, ketika umur Mehmet II 6 tahun dia diangkat menjadi gubernur Amasya, disusul kematian kakaknya, Ahmed, setelah 2 tahun  memimpin Amasya, Mehmet II bertukar tempat dengan Ali untuk memimpin Manisa, malang bagi Murad II, dikota yang sama, 1433 Ali bin Murad meninggal karena dibunuh, Ali bin Murad disebut-sebut sebagai anak kesayangan Murad II, Murad II sangat terpukul, kini Murad II hanya bertumpu kepada anak terakhirnya, Mehmet II, Murad II membawa Mehmet ke-Edirne untuk mendapatkan pendidikan khusus.

Sejak Mehmet di-Manisa, Mehmet II dikelilingi oleh para ulama, dia pun juga belajar ilmu : astronomi, fisika, kimia, matematika, dan juga perang dan militer, tugas ini ditugaskan kepada, Syaikh Ahmad Al-Kurani dan Syaikh Aqq-Syamsuddin. 


Mehmet II pun juga ikut berperang, dia ikut berperang bersama ayahnya, Murad II, seperti perang Varna, pasukan Murad II menang, perang Varna memberikan sumbangan besar dalam penaklukkan Constantinople. Murad II turun dari jabatan Sultan, dan memberikannya pada Mehmet II, alasannya adalah, Murad II ingin beribadah tenang dan ingin menjauhi hiruk-pikuk pememerintahan, tapi Mehmet II tidak lama menjadi sultan, ayahnya, Murad II kembali menjadi sultan karena, menurut para Wazir, Mehmet II masih terlalu kecil dan tak becus memerintah, Mehmet II masih mengikuti ambisinya, dan ini bisa membuat rakyat dan pengikutnya dalam bahaya.

Saat Murad II sudah mendekati ajal, dia memberikan sebuah kunci, kelak kunci itulah yang membantunya dalam penaklukkan Constantinople, setelah tahu bahwa Murad II telah meninggal, Halil Pasha, wazir agung turki, meminta Mehmet II untuk mengantikan ayahnya untuk menjadi sultan.

Sultan Mehmet II tetap pada ambisinya, Constantinople. Pada pertengahan 1451 Mehmet bertolak dari Bursa ke-Edirne menemui kapal-kapal Italia memblokir selat Dardanela untuk menghalanginya menyeberang ke-Galipolli, Mehmet sangat paham bahwa kekuasaan Ustamani yang terbagi menjadi dua wilayah yaitu Asia dan Eropa, dimana keduanya dibatasi oleh selat Bosphorus. Sehingga dia ingin membangun benteng diseberang benteng buyutnya, Bayezid I, kelak benteng ini bernama Rumeli Hisari. Constantinople gempar, kaisar yang menjabat sebagai kaisar Constantinople, Constantine Palaiologos merasa tak punya pilihan lain, dia mengirimkan surat kepada Mehmet II.


Next to Part II.

Posting Komentar untuk "Muhammad Al-Fatih ( Sultan Mehmet II) Part I"