Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berkunjung ke Capolaga Camping Ground dan Museum Geologi Bandung

Hai! Tentu kalian sudah membaca judul blog ini bukan?? Pasti sudah. Baiklah, hari ini, aku akan menceritakan, Berkunjung ke Capolaga dan Museum Geologi Bandung . Well, so lipat kaki kalian, dan dengarkan!!


Tentu saja, untuk menghindari kemacetan, aku dan keluargaku mesti bisa bangun pagi, bangun jam sekitaran jam 3:00 an, barang-barang yang di perlukan sudah disiapkan sebelum berangkat, jadi tunggu apa lagi? Ayo, berangkat!

Perjalanan kali ini tidak melewati jalan tol, akibat jalan tol saat itu sedang macet-macetnya, jadi harus melewati jalan selain lewat tol, sehingga perjalanan aku dan keluargaku menjadi lama. Aku tertidur diperjalanan, oleh sebab itu aku tidak tahu menahu tentang perjalanannya secara detail. Kami mampir ke Masjid Al-Musqitsh ( gak tau deh, itu namanya bener atau enggak, adikku bilang nama masjidnya macam tu) untuk shalat subuh sekaligus merenggangkan badan yang pegal ini gaes. Tidak bisa terlalu lama di Masjidnya, karena nanti bisa macet, sehingga perjalanan nanti makin tambah lama.

Singkat cerita, kami sampai di Masjid Salman ITB ( mampir untuk shalat dhuha), guna untuk beristirahat, tetapi tidak bisa berlama-lama gaes, nanti macet soalnya, kalau macetkan nanti perjalanan jadi tambah lama, emangnya kalian mau perjalanan kalian jadi lama? Gak mau kan. Perjalanan dari Masjid Salman ITB ke Capolaga Camping Ground sangat lama gaes, sebab tidak melewati jalan tol, jika lewat jalan tol pasti sudah dari tadi tuh, sampainya. Untung saja Google Map tidak membawa aku dan keluargaku ke tempat yang salah.

Akhirnya, sampai juga gaes, setelah sekian lama perjalanan dari Masjid Salman ITB hingga sampai ke Capolaga Camping Ground, untuk membeli tiketnya, ayah membelinya di pintu 1 lalu baru melanjutkan perjalanan ke pintu 2 gaes, sebenarnya bisa aja sih campingnya di pintu 1, tapi nanti turun untuk mengantar barang-barangnya ke camping groundnya bisa menyakitkan gaes, jadi ayah memutuskan untuk camping ground di pintu 2 atau baru aku tahu sekarang nama tempat camping ground pintu 2 itu Goa Badak.

Camping Ground Capolaga ini terdapat sungainya gaes, jadi kalian bisa berenang di camping ground Capolaga ini gaes, tetapi saat air sungai sedang keruh, jangan kalian bermain air di sana ya gaes. Untuk mengangkut barang-barang dari tempat parkir hingga ke camping ground Goa Badaknya harus turun melalui tangga, tangganya sih sangat jauh ya gaes untuk mencapai hingga ke camping groundnya, tetapi kata ayah lebih jauh lagi kalau camping ground pintu 1.

Sialnya gaes, saat siap-siap memasang tenda, hujan turun, sehingga ayah memutuskan untuk membangun flysheet supaya pembangunan tendanya tidak sulit sebab ada pelindungnya. Karena hujan, ayah kewalahan untuk membangun flysheetnya, selesai membangun flysheet, ayah membangun tenda untuk perempuan ( mama, Medina, dan Aisya) dengan dibantu oleh Nukman dan aku, karena aku sudah sedikit mengetahui cara membangun tendanya, jadi membangun tendanya terasa mudah gaes, dibantu oleh Nukman, sehingga pembangunan tendanya menjadi cepat.

Hujannya kurang jelas gaes, kadang-kadang berhenti, lalu hujan lagi, tetapi lalu berhenti lagi dan hujan lagi, tetapi setelah hujan reda, ayah membangun tenda untuk laki-laki ( aku, ayah, dan Nukman), tenda laki-laki bewarna hijau gaes, ayah membeli tenda baru lagi gaes, sebenarnya tendanya ayah beli karena adik ayah, Om Deka mau ikutan camping, tetapi karena istri Om Deka sakit, jadi om Deka membatalkan untuk ikut dengan ayah, jadi ayah uji coba tendanya di Capolaga gaes.

Selesai membangun 2 tenda, ayah memutuskan untuk mengangkut barang yang diperlukan sekarang dari tempat parkir ke camping ground Goa Badak, dengan dibantu aku tentunya. Aku tidak tahu persis apa yang dibawa, karena aku lupa gaes.



Sebenarnya sehabis memasang tenda, aku ingin berenang, tetapi akibat hujan, air sungainya menjadi keruh, curugnya pun tampak keruh gaes, karena sumber air sungainya keruh, otomatis seluruh sungai akan menjad keruh, so karena itu ayah melarang aku untuk berenang, jadi aku memutuskan untuk melempar-lempar buah pinus supaya buah pinus itu mengikuti arus sungai, seru lo gaes!

Karena hujan, langit menjadi kurang cerah dan becek tentunya, sehingga saat masih sore, sudah terlihat seperti maghrib. Oh yah, aku juga mendapatkan uang 100 ribu dari omku, jadi ke Bandung ini aku bisa jajan-jajan sendiri, aku membeli popmie untuk makan setelah shalat maghrib. Ayah mengajakku untuk jajan di warung dekat parkiran mobil, adik-adikku, Nukman dan Aisya juga ingin ikut, jadi ayah mengiyakan saja. Dengan bekal uang dari omku, aku bisa membeli jajan minuman hangat, aku memesan minuman NutriSari rasa Florida Orange, aku tahu detail namanya hehehehe, minumnya tentu saja hangat-hangat, untuk apa minum dingin-dingin padahal suhu di Capolaganya sudah dingin? Hadeh!

Selesai minum-minum dan jajan-jajan di salah satu warung dekat tempat parkir, ayah mengajak aku dan adik-adikku untuk pulang ( tentu saja ke tenda, masak pulang ke BSD), aku masih sempat membeli beng-beng untuk aku makan sesampainya di tenda, sehingga ada camilan yang bisa aku makan saat berada di dalam tenda.

Untuk shalat maghrib, kalian harus melihat jam di ponsel atau arloji anda, karena adzan tidak terdengar, untuk mengambil wudhu, silakan mengambil wudhu di toilet yang terletak tidak jauh dari tempat tenda kami terpasang, kira-kira kurang dari 1km, atau juga kalian bisa mengambil wudhu di sungainya, tetapi keruh jadi aku wudhu di toiletnya saja, sebenarnya di samping tempat toilet, terdapat tempat wudhu, tetapi kondisinya sudah rusak gaes, keran untuk wudhunya saja sudah hilang, jadi bagaimanana mau ambil wudhu di tempat itu?

Selesai shalat maghrib, aku dan adik-adikku meminta ayah untuk memasak pop-mie, oh yeah, aku membeli pop-mie rasa kari ayam. Singkat cerita, semua pop-mie yang dibeli ( ada 5 gaes pop-mienya), sebenarnya 2 adikku ( Nukman dan Aisya Cerewet) membeli mie dengan merk lain, yaitu merk Mie Sedap, aku dengar-dengar dari mama, kalau Mie Sedap tidak boleh masuk ke Taiwan, jadi Mie Sedapnya dihancurin.


Selesai memakan mienya, tentu saja waktunya untuk istirahat sampai waktu untuk shalat isyanya datang! Aku tidak sabar untuk menunggu keesokan harinya, soalnya aku dan adik-adikku bisa berenang di sungainya.

Shalat Isya datang, kali ini adzannya terdengar gaes, jadi mudah untuk mengetahui kapan shalat isya harus dilakukan. Sehabis shalat Isya aku tidak tahu persis apa yang aku lakukan, tetapi yang aku ingat, rencananya sehabis shalat Isya adalah, TIDUR, tidurnya bisa sangat nyenyak gaes, sebab ada suara air terjun yang menemani kalian untuk tidur.

Selamat pagi gaes, pagi ini tampaknya akan cerah, jadi ayo kita bangun, kita lakukan shalat shubuh! Tentu saja wudhunya di WC gaes, selesai berwudhu mari kita laksanakan shalat shubuh berjamaah! Tentu saja selesai shalat shubuh, tak ada kegiatan lain selain bediam diri, tapi rencananya nanti pas udah sedikit terang, nanti aku dan adik-adikku akan berenang, berenang dimana? Di sungainya lah! Hadeh...

Benar kata ibu pemilik warung yang tadi aku jajan, nanti pagi katanya air sungainya bakalan jernih lagi, ya, setelah dilihat air sungainya sudah jernih, jadi setelah sudah terang sekitaran jam 6:30 an aku dan adik-adikku bisa menjalankan rencana, yaitu berenang! Kata mama berenangnya sehabis sarapan baru bisa berenang, karena nanti bisa sakit karena berenang sebelum makan, tetapi akhirnya sepakat untuk berenang ketika sinar matahari sudah nampak di Goa Badak, barulah aku dan adik-adikku bisa berenang. Nah ketika matahari sudah menampakkan sedikit dari cahayanya, tiba-tiba turunlah hujan, padahal aku dan adik-adikku sudah bersiap-siap untuk berenang, tetapi belum hujan sih masih gerimis, jadi ayah memutuskan untuk membiarkan aku dan adik-adikku untuk berenang karena belum hujan deras masih hujan gerimis, jadi aku dan adik-adikku mulai terjun ke air ( sebenarnya aku tidak berani melompat seperti berenang di kolam renang, karenakan permukaan tanah air terjunnya tidak datar), airnya sangat dingin, sangat dingin macam ice gaes, jadi supaya tidak terlalu dingin, sering-seringkan kalian menceburkan diri ke airnya supaya nanti sudah terbiasa dengan suhu air dinginnya.


Karena camping di Capolaganya hanya 1 hari saja, jadi hari ini waktunya untuk pulang, jadi sehabis berenang itu, aku membilas badan di WC Capolaga, tempat biasa berwudhu gaes. Nah jadi, sehabis bilas badan aku sarapan, sarapannya sudah dibeli dari perjalanan, beli di mall tentunya ( mall Yogya Toserba), makan sambil ditemani oleh suara air terjun memang sangat menyenangkan. Sehabis sarapan, rencananya ayah mau membongkar tenda yang milik perempuan ( Mama, Medina, dan Aisya Follower), aku tidak tahu, apa aku membantu atau tidak, tapi sepertinya aku tidak membantu ayah untuk membongkar tenda gaes, aku bermain bersama satu-satunya adik cowok ( Nukman maksudnya) untuk bermain gali-mengali, aku pikir bisa ketemu emas ( kamu begemana sih?) hehehehe, tetapi aku malah menemukan batu yang bagus, aku pungut batunya dan aku simpan pada suatu plastik kecil, niatnya sih untuk hias meja belajar.

Bye Capolaga! Ya, aku sudah berada di mobil, dan sekarang hanya menunggu mobil jalan, ayah masih memperbaiki letak barang-barang campingnya di tempat yang seharusnya, selesainya ayah langsung tancap gas keluar dari Capolaga!

Jadi perjalanan ini akan di lanjutkan, tujuannya adalah Masjid Salman ITB, kata ayah nanti kami menginap di masjidnya selama 2 hari, widih.... bisa seru dong, kan masih ada uang sisa untuk jajan di tempat jajan ITB ( Hmmmm.....), karena aku mengantuk, jadi aku tertidur di perjalanan ( tidur mulu dah!), jadi aku tidak tahu pemandangan perjalanannya gaes, tetapi aku ingat, kalau aku terbangun karena mobil membentur sesuatu, kata ayah mobilnya menabrak sesuatu, kemungkinan bemper belakang mobilnya bakalan sedikit rusak, dan ajaibnya gaes, tidak ada kerusakan yang timbul, Nukman mengatakan " mobil kita memang hebat, buktinya menabrak sesuatu, tapi kagak rusak!"

Sesampainya di Salman ayah memutuskan untuk shalat terlebih dahulu, baru makan, tetapi sepertinya terlambat, aku baru bergabung untuk shalat setelah shalat zuhur usai, jadi aku mencari dulu orang yang lagi melaksanakan shalat zuhur, untuk ikut jamaah-an gaes. Nah selesai shalat zuhur, mama memutuskan untuk makan siang, makan siangnya sudah disiapkan di Capolaga, kami makan siangnya di taman Ganesha gaes, di sampingnya Masjid Salman, nanti setelah selesai makan, aku mau minta dibelikan Lumpiah basah di tempat jajan Salman ITB, tadi aku juga melihat Jasuke ( Jagung susu keju) di tempat jajannya, tetapi kemarin aku belum beli Lumpiah basah, jadi nanti selesai makan siang aku mau jajan Lumpiah basah.

Seperti rencana gaes, sehabis makan siang aku jajan Lumpiah basah, mama yang belikan di tempat jajannya, ditemani oleh Aisya si Follower ( ini penghargaan yang aku berikan ke dia, hehehehe) mama pergi membelikan jajan, Lumpiah legendaris ini terdapat dekat dengan penjual batagor gaes, kemarin aku juga beli batagornya.

Rencananya sih sehabis shalat ashar, kami akan jalan-jalan ke Kartika Sari, tentu saja untuk jajan ya gaes, ayah membeli pisang molen untuk jajan di Salman, aku dan adik-adikku tidak ingin berdiri lama-lama untuk mengantri, jadi aku dan adik-adikku pergi melihat mainan-mainan ( aku pengen beli Nerf Gun gaes! Mahal tapi...), selesai ayah mengantri dan membayar belanjaan, kami pun pulang ke Masjid Salman tentunya, di tengah jalan ayah ingin mengambil uang di ATM, jadi aku, mama, dan adik-adikku menunggu sambil memakan sepotong pisang molen, rasanya tidak seenak waktu pergi ke Bandung minggu lalu. Sangat lama menunggu ayah ambil uang di ATM, sampai harus sedikit basah sebab gerimis tadi, tapi akhirnya ayah datang dan akhirnya kami pun sampai dengan aman di Salman.


Sehabis dari jalan-jalan di Kartika Sari, tampaknya tidak ada kejadian apapun yang special, jadinya hanya shalat maghrib lalu shalat isya, nah pada saat selesai shalat isya, ayah memutuskan untuk makan malam, aku dan adik-adikku setuju, makannya di Masjid Salman di luar dari tempat shalatnya ya gaes, ayah membentang tikar supaya menjaga kebersihan masjid. Selesai makan seharusnya langsung tidur, tetapi sebelum tidur, aku dan Nukman gosok gigi terlebih dahulu.


Hoam!! Selamat pagi gaes, hari ini kata ayah mau pergi ke Museum Geologi Bandung, dulu sewaktu aku kecil aku pernah kesana, tetapi aku kurang ingat ya gaes. Aku, Nukman dan Ayah bangun sebelum shalat subuh, ayah rencananya mau mandi, aku juga dan Nukman pun sama halnya denganku, jadi mandi di Salman dulu gaes, sebelum shalat subuh, airnya dingin sekali gaes! Banyak juga yang mandi di Salman gaes, jadi tidak ada masalah kan?

Nah aku selesai mandi tepat ketika azan subuh berkumandang, jadi aku bergegas untuk shalat subuh ges ( tentunya baru shalat setelah sudah wudhu), entah mengapa hari ini aku merasa bersemangat, mungkin karena akan jalan-jalan di Museum Geologi Bandung ( MGB, ini singkatannya aku kasih sendiri ges), aku juga merasa segar, sebab tadi mandi di WC Salman gaes, airnya pun juga dingin, memang kalau mandi dengan air dingin tidak ada tandingannya.

Hore!! Berangkat ke Museum Geologi Bandung! Tidak jalan kaki tentunya, Museum ini tidak jauh dari Gedung Sate, jadi sekalian lihat Gedung Sate. Aku juga berfoto di Museumnya gaes, ini salah satu fotonya.

Aku jelaskan yah, harga-harga tiket untuk masuk ke MGB ( ingat yah gaes, ini singkatan yang aku kasih), untuk harga tiket student adalah 2rb/student, untuk orang dewasa atau orang tua per orang dikenakan 4rb/orang, tiketnya murah sekali gaes, karena aku berkeluarga totalnya 6 orang ( 4 student dan 2 orang dewasa) jadi total harganya adalah 16rb.

Terdapat banyak pelajaran yang terdapat di MGB gaes, contohnya: Bencana dan Fosil dinosaurus, gaes aku gak sabarnya saat di tempat yang banyak fosil dinosaurusnya, aku juga suka banget sama crystals yang Quartz gaes, mengikilat gitu soalnya, harganya berapaan ya satu? Paling 3 triliun gaes. Ada juga pengetahuan akan mengapa tsunami bisa terjadi, aku tahu mengapa gaes, sebab terjadi gempa di bawah permukaan lautnya gaes atau juga bisa akibat ledakan gunung merapi. Pelajaran yang aku dapatkan di tempat yang ada fosil dinosaurus sangat banyak, kini aku bisa, zaman apa dinosarus hidup.


Sigh... Now is time to take back ( tentu saja ke Salman gaes), i'm so sad bro, but is not problem, aku bisa balik kesana lagi kapan-kapan, aku juga banyak sekali foto-foto mengunakkan kacamata milik mama, salah satunya yang ini gaes

. Aku pulang ke Salman saat sedang shalat zuhur, aku terlambat untuk shalat zuhur, jadi aku mencari orang yang shalat zuhur, baru selesai shalat zuhur aku berkeliaran di Masjid Salman, mama dan ayah memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu di taman Ganesha, kali ini makan siangnya adalah daging sapi ( qurban) di kecap, sedap gaes.


Sorenya hujan gaes, aku menemukan kesibukan yang membuat aku kesenangan, aku menemukan jalan ' rahasia', karena rahasia gak bisa gua kasih tau lu( sok gaul amat dah lu), aku balik kesana kemari, karena keseruaan gaes, aku juga melihat bocah-bocah bocil-bocil yang main bola saat hujan, bar-bar banget mereka maennya, mereka tidak memakai baju, ada yang paling ' sexy' gaes, salah satunya adalah kiper yang celananya dia naikkan supaya mirip CD ( Celana Dalam), kikikikikik.

Aku agak sedih, karena besok harus pulang, jadi aku puaskan diriku untuk bermain. Ada kejadian menyakitkan dan lucu gaes, aku terpeleset saat bermain kejar-kejaran, kakinya masih bengkak sampai sekarang gaes, Mpus aku gaes, emang ampas nasib aku ya? Tidak seperti biasanya, ayah membeli makanan ayam raos, enak gaes, aku makan malamnya seperti saat makan malam kemarin gaes, yaitu makan di Salman, dan bentang tikar supaya menjaga kebersihan!

" PULANG!" Aku berseru sedih, aku sedih karena pulang juga sedih karena pulang dalam keadaan kaki bengkak ( ampas), aku tertidur di jalan, kata ayah nanti sarapan di masjid At-Ta'wun, seperti saat ke Bandung minggu lalu, jadi dalam perjalanan aku tidak tahu apa yang terjadi. Bangun-bangun udah sampai di Masjid At-Ta'wun, aku jalan dengan terpincang-pincang, aku mengambil wudhu di tempat wudhunya, beda dengan Salman, tempat wudhu Masjid At-Ta'wun tidak bau, tetapi di Salman kadang-kadang sering bau gaes.

Selesai shalat subuh berjamaah dengan ayah dan Nukman, ayah memutuskan untuk sarapan sebelum melanjutkan perjalanan, aku kan cerita kalau aku pergi ke Kartika Sari, ayah di sana tidak hanya membeli pisang molen, tetapi juga roti tawar 2 bungkus, untuk sarapan saat pulang kata ayah, jadi aku memakan sarapan roti dicelupkan di minuman Energen. Karena sarapannya tidak lama gaes, jadi sebentar di At-Ta'wunnya, selesai sarapan balik habis perkara.

di jalan aku sama sekali tidak tidur seperti biasanya gaes, aku memperhatikan jalan-jalan dan orang yang sekolah. Ada 1 kejadian menegangkan, saat itu ayah sedang membuka handphone, secara tidak sengaja, bemper depan mobil ayah menabrak motor yang ada di depan, orang itu ( yang ditabrak) sontak kaget dan melihat kebelakang dengan muka melongo, lalu dengan pelan pergi menepi, lalu melihat bagian belakang motornya, ayah menepikan mobilnya juga, lalu menghampiri yang ditabrak, orang itu berdebat dengan ayah, katanya motornya rusak, jadi ayah mesti ganti rugi, tetapi orang itu salah besar, bagian yang rusaknya itu sudah lama gaes, lagian kalau bemper mobil ayah menabrak motor orang yang ada di depan, seharusnya bemper mobil ayah yang ada di depan juga rusak akibat tabrakan, akhirnya orang itu pergi dengan bersungut-sungut sambil mengucapkan sesuatu yang.... Aku tidak tahu dia bilang apa, jadinya perkataan dia itu agak asing gaes, lalu aku bertanya pada ayah, " jangan-jangan nanti dilapor ke polisi," ayah lalu menjawab, " kalau lapor ke polisi, polisinya pasti juga akan menanyakan buktinya, buktinya bemper mobil depan kita tidak rusak," jelas ayah padaku, akhirnya aku mengangguk-angguk mengerti.

Di perjalanan pulang sangat lama gaes, nanti tujuannya mampir ke apartemen Valley Bogor gaes, belum ada yang sewa jadi kami bisa mampir dulu ke sana, bagi kalian yang ingin menyewa silakan hubungi ayahku ya, tinggal chat ayah aja di Instagram ayah, sayang sekali... Listrik di apartemen sedang mati ( putus) karena tidak dibayar, jadi aku tidak bisa menonton spongebob patrick yang kocak bin aneh, jadinya tidak ada kegiatan yang seru gaes, sebenarnya aku mau berenang di kolam renang apartemennya gaes, hanya saja tidak membawa baju ganti untuk menganti baju setelah berenang, jadi tidak bisa deh gaes.

Broomm!! Mobil sudah meninggalkan apartemen, sekarang sudah di Parung gaes, pasar Parung yang penuh sesak oleh mobil-mobil, tanpa pasar Parung pasti mobil udah tiba di rumah sedari tadi, tetapi ayah bisa melewati kemacetan itu dengan menaiki tol yang pendek. Karena hari itu hari jumaat' jadi ayah ngegas mobil untuk melaju sampai di rumah, supaya bisa shalat jumaat', tetapi dengan kondisi seperti ini, jadi aku dan ayah tidak shalat jumaat', kata ayah kita ini musafir, jadi tidak apa-apa, dan di tambah aku yang kakinya bengkak, jadi tertinggalah shalat jumaat' hari itu.

Tamat, sampai jumpa di next week ya kawan-kawan, supaya penutup ini ada sedikit banyak kata-kata, jadi aku akan melamakan proses penutupan blogku ini gaes. Nanti aku minta ayah untuk memasukkan file video-video yang ayah video di Capolaga, supaya bisa aku edit melalui Clideo ( next week akan aku jelaskan cara mengunakkannya gaes), jadi sampai jumpa di next week, selamat tinggal and bye-bye pembaca.

Posting Komentar untuk "Berkunjung ke Capolaga Camping Ground dan Museum Geologi Bandung"