Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Analisis Fundamental Perusahaan.

Halo, guys! Semenjak blog terakhir, aku gak ada sama sekali nulis blog, jadi... Sekarang saatnya untuk membuat blog! Tidak seperti biasanya, aku menulis tentang saham! Oke, aku akan memberitahu cara menganalisis fundamental sebuah perusahaan. Dari analisi fundamental itu, kalian bisa mensimpulkan perusahaan tersebut bagus atau tidak!

Bagaimana Cara Untuk Menemukan Laporan Keuangan Perusahaan atau Saham?

(Bagaimana Cara Untuk Menemukan Laporan Keuangan Perusahaan?) Banyak orang yang tidak tahu bagaimana cara mendapatkan laporan keuangan perusahaan dan mereka mengunakkan informasi dari berbagai berita yang mungkin hanya rumor dan membawa mereka kepada kerugian.

Oke, lalu bagaimana caranya?

Mudah saja, kalian tidak perlu mengunakkan cara yang ribet. Anda tinggal membuka website, ' idx.co.id'.

Oke! Lalu bagaimana cara mendapatkan laporan keuangan perusahaan atau saham tersebut?

Pertama-tama, tulis idx.co.id di kolom search, tunggu hingga terbuka. Setelahnya, arahkan mouse kalian ke sebuah tombol yang bertuliskan, ' perusahaan tercatat', berikut screenshot-nya.

Setelahnya, kalian klik, ' laporan keuangan dan tahunan', disitulah tempat kalian mengambil LK ( laporan keuangan) perusahaan. Kalian bisa menentukan terlebih dahulu laporan keuangan TAHUN berapa? Jika tahun 2022, maka akan tampil laporan keuangan perusahaan pada tahun 2022. Setelah menentukan tahun, kalian bisa mengetik kode perusahaan atau nama perusahaan di kolom search yang ada di idx.co.id. 

Sebelum mulai. Aku akan memberitahu bahwa laporan keuangan dikirim ke idx.co.id SETIAP tiga bulan. Laporan keuangan ada 4.

  • LK Kuartal I (1Q atau per Maret) deadline akhir April

  • LK Kuartal II (1H atau per Juni) deadline akhir Juli

  • LK Kuartal III (9M atau per September) deadline akhir Oktober

  • LK Kuartal IV (FY atau per Desember) deadline akhir Maret.
Sebenarnya, kuartal itu sama saja dengan triwulan. Oke, setelah kalian tahu, kapan terbit setiap kuartal itu, kita lanjutkan ke step ( sebelumnya, kan, step mengetik kode perusahaan di kolom search). Mudah saja, kalian bisa pilih 1Q, 1H, 9M, FY. Misalnya, ini tahun 2022, kalian ketik kode perusahaan, misalnya: UNVR ( Unilever Indonesia Tbk.). Setelah itu, kalian hanya tinggal mengklik kuartal atau triwulan pada tahun itu ( 2022). Pada saat blog ini dibuat, masih kuartal 2 atau 1H, jadi aku hanya bisa menemukan LK laporan keuangan kuartal 2.

Tapi, kenapa banyak sekali tulisan-tulisan seperti, financial statement dan lain sebagainya pada saat kita melakukan step diatas?

Sebenarnya itu bukan LK sama sekali. Laporan keuangan hanya ada SATU pada bulan tertentu. Jadi, kalian bisa coba saja klik-klik semua yang ada saat kalian lakukan setiap step diatas. Atau, aku beritahu caranya. Setiap perusahaan, menulis laporan keuangan BERBEDA-BEDA jenis cara mereka menulis laporan keuangan! Ada yang tulis, LK, Lap Keu, atau FS. Jelas?

Menganalisis Perusahaan Secara Fundamental.

Oke! Aku akan menjelaskan beberapa cara untuk menyimpulkan apakah perusahaan itu bagus atau tidak?

Return on Equity ( ROE)

ROE atau Return on Equity ini digunakan untuk membandingkan ekuitas dengan laba bersih. ROE ini amat penting utnuk menilai perusahaan bagus atau tidak. Berikut rumus ROE = Net Profit/Equity * 100. Misalnya, untuk pembantuan. ROE = 10T/100T * 100 = ROE = 100%. Nanti aku akan menganalisis secara fundamental sebuah perusahaan di bagian paling bawah.

ROE yang wajar bagi sebuah perusahaan adalah diatas 15%. Tapi kalau diatas 10% masih bagus juga, sih.

Debt to Equity Ratio ( DER)

DER atau Debt to Equity Ratio ini digunakan untuk membandingkan utang atau liabilitas perusahaan dengan ekuitas. Selain ROE, DER ini juga berguna, karena akan membantu kita untuk menilai perusahaan, apa utang perusahaan besar atau tidak? Rumus DER adalah sebagai berikut DER = Total Liability/Equity. Misalnya, DER = 100M/10T = 0.1

DER yang wajar bagi perusahaan adalah dibawah 1. Tapi, itu wajar jika DER diatas wajar ( atau maksudnya 1) jika sektor perusahaan itu adalah bank.

Oke! Setelah menentukan apakah perusahaan bagus atau tidak, step selanjutnya adalah = menghitung valuasi harga saham.

Menghitung Valuasi Harga Saham.

Earning per Share ( EPS)

EPS ini sudah seperti ibunya PER ( Nanti akan dijelaskan PER itu di blog yang lain)
Tanpa EPS, sudah tentu tak bisa menghitung PER. Oke! Berikut rumus EPS = Net Profit/Listed Share = terlahirlah EPS.

Oke, bagaimana cara menemukan Listed Share? Mudah! Bisa kalian chek di bagian laporan keuangan yang bagian ekuitas. Kalian baca secara detail ekuitasnya itu. Nanti kalian akan menemukan tulisan seperti ini, ' modal ditempatkan dan disetor penuh', atau pokoknya kalau kalian bertemu dengan kata-kata bagian itu.

Kalian bisa menemukan EPS di bagian laba rugi yang paling bawah. Nanti kalian baca aja yang bahasa inggrisnya yaitu Earning per Share.

Price to Book Value ( PBV)

Sebelum menemukan PBV, kita harus menemukan BV dulu, alias Book value. Book value rumusnya begini. BV = Equity/Listedshare ( sudah diberitahukan tadi cara menemukan listedshare) = BV.
Contoh: 10T/1JT= 0.1.

Tanpa BV tentu tak akan ada PBV. Oke, ini rumus PBV = Harga Saham/BV = PBV. Contohnya adalah: PBV = 1,000/0.5 = 2x.

PBV 2x itu termasuk mahal sekali! PBV 2x itu sama seperti kita membayar 20 juta untuk mendapatkan aset 10 juta! Jadi, kesimpulannya adalah: PBV yang murah adalah dibawah 1x. Misalnya: PBV 0.4x,
itu sama seperti kalian mendapatkan diskon 60%! Atau sama seperti kalian membayar 4 juta untuk memperoleh aset 10 juta! Luar biasa sekali!

Praktek!

Oke, seperti janji pada bagian yang membahas tentang, ROE, aku akan menganalisis saham, secara fundamental, tentunya.

Oke! Aku sudah mendapatkan laporan keuangan perusahaan yang akan aku analisis! Yaitu, SOHO atau Soho Global Health! SOHO ini bergerak di sektor kesehatan.

Aku akan menghitung terlelbih dahulu Return on Equity atau ROE SOHO ini. Aku langsung pergi menuju bagian laba rugi yang terletak setelah ekuitas ( aku baca laporan keuangan SOHO yang kuartal 2 atau 1H). Kalian lihat laba bersihnya yang bertuliskan, ' pemilik entitas induk'. Kalian lihat pula, apakah laba bersihnya bertumbuh dari tahun 2021 ( 1H tahun 2021 dibandingkan dengan 1H tahun 2022) ke tahun 2022 sekarang. 
Note: Laporan keuangan bisa mengunakan nilai mata uang negera lain. Tapi, biasanya sih, USD. Tapi ada juga laporan keuangan yang pakai IDR ( Indonesian Rupiah), tapi, mereka menulis IDR-nya seperti ini, ' disajikan dalam jutaan rupiah', ada juga yang begini, ' disajikan dalam rupiah penuh', dan ada juga yang begini, ' disajikan dalam miliaran rupiah', kalau yang disajikan dalam miliaran rupiah, biasanya atau harusnya, sih, perusahaan blue chip ( nanti akan aku bahas di blog selanjutnya, ya).

Oke, kembali ke  topik. Rupanya, laba bersih SOHO turun dari 282.9M ke 193.4M, biasanya, laba bersih turun bisa karena berbagai faktor. 

1. Kinerja perusahaan jelek.

2. Pada saat itu, harga komoditas naik hingga perusahaan jadi harus mengeluarkan lebih banyak uang dari biasanya dan akhirnya laba bersih perusahaan jadi turun.

3. Untuk faktor SOHO ini, kemungkinan karena kenaikan harga bahan bakar atau BBM. Jadi, SOHO ini yang menyebar-nyebarkan produknya keberbagai supermarket, harus membayar bahan bakar tersebut. Maka, turunlah laba bersih SOHO ini.

Kemungkinan, SOHO ini turun karena harga komoditas naik pada tahun ini! Itu terjadi karena SOHO ini perusahaan yang membuat produk kesehatan. Bisa jadi, karena harga komoditas naik, SOHO itu bisa saja menaikkan harga barang atau produk mereka, kira-kira, bagaimana reaksi orang lain? Bisa pula karena faktor ke-tiga yang aku tulis itu. Karena BBM naik, jadi SOHO ini terpaksa mengeluarkan banyak uang untuk membayar bensin mobil truk-truk yang akan mengantarkan produk mereka ke supermarket. Berefeklah pada laba bersih perusahaan karena kenaikan BBM tersebut.

Oke, lanjut! Kita naik ke bagian ekuitas perusahaan! Dan kita lihat.

Ekuitas perusahaan SOHO ini malah meningkat ketika laba bersih turun! Saya tidak tahu penyebabnya.
Oke, jadi ekuitas SOHO ini dari 2.2T meningkat ke 2.4T!

Note: Sebenarnya harus pakai ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik saham. Tapi, kalau gak ada, bisa pakai yang total equity atau total ekuitas.

Jadi, kita sudah mengetahui ekuitas dan laba bersih. Kita sudah bisa menemukan ROE-nya!
Sebelumnya, laba bersih dikalikan dengan 2 untuk disetahunkan.

1. Kuartal 1, laba bersih dikali 4
2. Kuartal 2, laba bersih dikali 2
3. Kuartal 3, laba bersih dikali dengan 4/3.
4. Kuartal 4, tidak dikali lagi, karena kuartal 4 sudah kuartal laporan keuangan tahunan.

Jadi, 193.4M dikali 2 = 386.8M. Setelahnya, kita bisa menghitung ROE-nya. ROE = 386.8M/2.4T * 100 = 15.5%.

Tadi sudah kita bahas, ROE yang wajar bagi sebuah perusahaan adalah diatas 15% atau kalau mau lebih optimis, 10% keatas, jadi ROE SOHO ini termasuk besar. Sekarang kita hitung DER-nya!
DER = 1.9T/2.4 = 0.1

DER-nya 0.1x. utangnya 0.1x jika dibandingkan dengan ekuitas! Luar biasa sekali. Utangnya termasuk kecil.

Mari kita hitung, PBV. Seperti yang sudah dijelaskan, kita harus menemukan BV dulu. BV = 2.4T/1.3J = Rp1,846. Lalu, harga SOHO pada saat ini adalah, Rp5,775 per lembar saham. Jadi, PBV = Rp5,775/Rp1,846 = 2.9! Itu sama saja dengan kita membayar 27 juta untuk aset 10 juta! Berarti, saham SOHO ini tidak sedang terdiskon. Aku punya tips untuk menilai apakah saham yang kalian pilih itu murah atau tidak?

Tadi, sudah kita hitung ROE-nya, berapa? 15.5%, maka PBV wajarnya adalah 1.6, tadi kita juga sudah menghitung PBV SOHO, 2.9. Dan, jika 1.6 dibandingkan dengan 2.9, mana yang paling besar? 2.9! Tentu saja, itu berarti, saham SOHO ini sedang mahal. Atau, bisa kalian juga lihat dari historis 5 tahun lalu PBV SOHO ini, jika PBV SOHO yang sekarang ini KECIL sedangkan PBV pada saat yang lain, misalnya, 2018, jika PBV 2018 ini besar dan 2019,2020,2021 lebih dari 2.9, maka, PBV 2.9 itu murah secara historis.

Oke, cukup sekian penjelasan dari sayah. Untuk minggu depan tidak tentu apa yang akan aku bahas, tetapi, pokoknya seputar tentang saham.



Posting Komentar untuk "Analisis Fundamental Perusahaan."